Jumat, 09 Desember 2011

Upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Terwujudnya kehidupan yang maju dan berwawasan, hanya bisa dicapai melalaui pendidikan khususnya pendidikan agama, karena pendidikan agama merupakan usaha untuk memperkuat iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa disamping sebagai pelengkap dan pengamalan ibadah sehari-hari. Salah satu sistem yang memungkinkan proses belajar kependidikan Islam secara konsisten dan berkesinambungan dalam rangka mencapi tujuannya adalah institusi atau kelembagaan pendidikan Islam (Abuddin Nata, 1997: 111)
Pendidikan juga dapat diartikan dengan bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama. Selain itu pendidikan juga merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam membangun manusia seutuhnya dan pendidikan akan terbentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepribadian dan akhlak mulia.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik (Slameto, 1995: 1).
Tujuan dari pendidikan agama Islam di sekolah agar siswa memiliki pengetahuan tentang agama Islam, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupanya yang nantinya diharapkan dapat menjadi manusia muslim yang sejati yaitu manusia yang benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, atau yang disebut dengan manusia muslim yang sempurna (Zakiah Daradjat, 1992: 51).
Guru tidak semata-semata sebagai pengajar yang melakukan transfer of knowledge tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer of values dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Oleh karenanya guru dituntut untuk bisa tanggap dan mengarahkan kepada anak bagaimana cara belajar yang baik, agar anak didik tidak mengalami kesulitan dalam belajarnya. Akan tetapi, peran guru dalam upaya mengatasi kesulitan belajar tidaklah sebaik apa yang diharapkan, sehingga seringkali mengalami berbagi hambatan misalnya apa yang disebut sebagai masalah kesulitan belajar. Kesulitan belajar secara garis besar terdiri atas dua faktor penyebab yaitu faktor internal dan faktor eksternal siswa. Faktor internal yaitu hal-hal yang muncul dari siswa, sedangkan faktor eksternal yaitu hal-hal yang muncul dari luar siswa (Muhibbin Syah, 1999: 165 ).
Sementara itu permasalahan yang dihadapi di SD Negeri Banjarsari yaitu sebagian siswa  mengalami kesulitan dalam belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam, sebagai bukti bahwa siswa mengalami kesulitan belajar adalah siswa mengalami penurunan prestasi pada ujian sekolah tahun 2008/2009, pada awalnya guru agama Islam di SD Negeri Banjarsari memberikan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM adalah 6,5. Setelah melihat hasil ujian sekolah tahun 2008/2009 dengan hasil kurang dari KKM yang ditentukan sebelumnya yaitu 6,5  maka akhirnya guru agama Islam SD Negeri Banjarsari menurunkan KKM menjadi 5,5.(Wawancara dengan bapak Jamaludin dan bapak Solechan Asy’ari pada tanggal 01 Oktober 2009). Informasi wawancara selanjutnya yang disebutkan bapak Jamaludin dan bapak Solechan Asy’ari pada tanggal 01 Oktober 2009 adalah penyebab dari kesulitan belajar itu di pengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal kesulitan belajar itu disebabkan, karena belum bisa membaca huruf arab, belum mempunyai kepandaian menulis arab, belum bisa mengucapkan lafal atau kalimah Al-Qur’an, kecerdasan anak yang berbeda, kurangnya bahan di perpustakaan, kesulitan dalam menghafal suratan beserta artinya dalam Al-Qur’an, sulitnya dalam mengimplementasikan materi agama dalam kehidupan sehari-hari.
Gejala lain yang sering nampak terjadi adalah kebiasaan besar siswa yang melakukan kesibukan, bercakap-cakap sendiri diantara mereka ketika pelajaran sedang berlangsung.
Faktor eksternal kesulitan belajar siswa adalah  pertama faktor keluarga yaitu cara orang tua mendidik, hubungan antara anggota keluarga, suasana rumah, keadan ekonomi keluarga. Kedua faktor sekolah yaitu guru dalam memberikan metode pengajaranya kurang bisa dipahami siswa, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari pendidikan agama Islam. Faktor masyarakat antara lain kegiatan siswa dalam masyarakat yaitu dalam bergaul dengan teman, bentuk kehidupan masyarakat.
Dalam hal ini selaku guru PAI yaitu bapak Jamaludin dan bapak Solechan Asy’ari memberikan beberapa upaya-upaya untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut yaitu memberikan pelajaran tambahan yaitu les yang dilakukan pada jam setelah pembelajaran, mengadakan ekstrakurikuler Baca Tulis Al Qur’an, guru menambah metode pembelajaran yang tadinya hanya ceramah monoton ditambah dengan  diskusi kecil, bermain peran dan demonstrasi atau praktek, menambah buku-buku pegangan sebagai penunjang pembelajaran, memotivasi siswa dengan cara memberikan ganjaran dan hukuman.
Berangkat dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “ Upaya Guru Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Banjarsari Kecamatan Ajibarang “.Disinilah betapa pentingnya peranan guru dalam proses belajar mengajar yakni ditentukan oleh kualitas dan profesionalitas guru agama itu sendiri, bukan hanya penguasaan materi dan bagaimana cara mengajar yang baik, tetapi yang penting adalah keprofesionalan dalam mengatasi setiap kesulitan yang muncul saat proses pembelajaran pendidikan agama Islam berlangsung baik itu yang datang dari guru itu sendiri maupun yang datangnya dari siswa.
Oleh karena itu selayaknya seorang guru mengupayakan suatu tindakan untuk mengatasi kesulitan-kesuluitan yang ada, dengan demikian usaha-usaha guru untuk mengatasi kesulitan-kesulitan pembelajaran dalam pembelajaran sangat dibutuhkan.

B.  Penegasan Istilah
Untuk diketahui bahwa fungsi pokok dari judul adalah untuk menunjukan kepada pembacanya hakikat dari obyek penyelidikan, wilayahnya serta metode yang digunakan (Amirul Hadi dan Haryono, 1998: 114), oleh karenanya diberikan penjelasan mengenai judul tersebut. Untuk menghadapi kesimpangsiuran dalam memahami pengertian skripsi ini, maka akan penulis berikan penegasan istilah dalam judul yaitu :
  1. Upaya Guru Agama Islam
Upaya adalah usaha, akal, ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud memecahkan persoalan, mencari jalan keluar). (W.J.S Poerwadaminta, 1993: 995).
Guru merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru (Uzer Usman, 2008: 5).
Guru PAI secara konstitusional adalah semua orang yang diangkat sebagai guru agama oleh Departemen Agama. Pada umumnya guru agama ini mengajar di perguruan agama seperti MI, MTs dan MA. Namun demikian ada juga yang bertugs di sekolah umum yang didirikan oleh selain Departemen Agama.
Guru yang dimaksud disini adalah guru agama Islam atau orang yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk mendidik dan mengajar siswa tentang agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari.
Jadi yang dimaksud dengan upaya guru agama Islam dalam skripsi ini adalah Aktifitas atau kegiatan  yang dilakukan oleh guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari yaitu memberikan pelajaran tambahan yaitu les yang dilakukan pada jam setelah pembelajaran, ekstrakurikuler Baca Tulis Al Qur’an (BTA), memberikan, menambah metode pembelajaran yang tadinya hanya ceramah monoton ditambah dengan  diskusi kecil, bermain peran dan demonstrasi,  menambah buku-buku pegangan sebagai penunjang pembelajaran. , memotivasi siswa dengan cara memberikan ganjaran dan hukuman.
  1. Kesulitan Belajar
Kesulitan adalah kedaan sulit, sesuatu yang sulit, kesukaran, kesusahan (W.J.S Poerwadaminta, 1993: 866). Sedangkan belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kepandaian atau suatu pengertian (Ngalim Purwanto, 1994: 84). Sementara kesulitan belajar adalah suatu kedaan dimana siswa atau peserta didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 1991: 74)
Dengan demikian yang dimaksud mengatasi kesulitan belajar disini adalah suatu bentuk usaha yang dilakukan oleh guru untuk mengeluarkan peserta didik dari kesulitan belajar.
  1. Pendidikan Agama Islam
Pendidika Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan pengajaran pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Abdul Majid dan Dian Andayani, 2005: 132)
Menurut Zakiah Daradjat memberikan pengertian tentang pendidikan agama Islam sebagai berikut : Pendidikan agama Islam adalah pendidikan melalui ajaran-ajaran agama yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakini secara menyeluruh serta menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak (Zakiah Daradjat, 1992: 86).  
Jadi yang dimaksud dengan pendidikan agama Islam oleh penulis adalah pendidikan dan bimbingan yang dilakukan secara sadar untuk membimbing anak didik kearah  kepribadian muslim yang memiliki nilai-nilai agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.

4. SD Negeri Banjarsari
SD Negeri Banjarsari adalah salah satu sekolah dasar yang berstatus negeri yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Nasional yang merupakan sebagai lokasi penelitian bagi penulis yang terletak di Desa Banjarsari  Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan penegasan istilah diatas dapat penulis jelaskan bahwa judul skripsi “Upaya Guru Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran  Pendidikan Agama Islam“ adalah suatu penelitian tentang gambaran adanya upaya guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran Pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari.

C. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
  1. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam proses belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari ?
  2. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari ?



D.  Tujuan dan Kegunaan Penelitian
      1. Tujuan penelitian
a.   Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari.
b.   Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari.
2.   Kegunaan Penelitian
a.   Dapat memberikan informasi mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam mengikuti proses pembelajaran  mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari.
b.   Dapat memberikan informasi mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam.
c.   Sebagai bahan masukan bagi siswa SD Negeri Banjarsari dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam, sehingga mutu pendidikan agama Islam dapat sampai kepada tujuan yang telah ditentukan.
d.   Sebagai bahan pustaka, khususnya bagi para guru pendidik Agama Islam. 



E. Tinjauan Pustaka
Selama penulis melakukan penelitian lebih detail terhadap masalah yang penulis angkat dalam skripsi ini, terlebih dahulu penulis melakukan tinjauan pustaka yang sekiranya relevan dengan judul yang sedang penulis kerjakan.
      Adapun yang menjadi bahan tinjauan skripsi ini adalah :
            Nana Sudjana (1989) dalam bukunyayang berjudul “Dasar-dasar Proses belajar Mengajar“ menerangkan beberapa aspek yang berkenaan dengan belajar mangajar sebagai suatu proses interaksi edukatif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Untuk itu seorang guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar. Kerena kemapuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar.
Skripsi yang ditulis oleh Chusniatun Warisah (2005) dengan judul Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Qur’an Hadits di MI Tarbiyatul Aulad Sibalung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas yaitu skripsi ini sama-sama membahas tentang upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar, tetapi skripsi ini lebih menitik beratkan pada upaya guru kelas dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran Qur’an Hadits. Sedangkan perbedaannya penulis meneliti tentang kesulitan-kesulitan belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.
Selanjutnya skripsi yang disusun oleh Munjayimah yang berjudul Problematika Kesulitan Belajar PAI Siswa Kelas 2 SMPN 1 Kemranjen Banyumas Tahun Pelajaran 2004/2005, skripsi ini hanya membahas tentang problem kesulitan belajar siswa SMP N 1 Kemranjen terhadap mata pelajaran Pendidikan agama Islam. Sehingga berbeda dengan skripsi yang penulis buat, karena skripsi saudari Munjayimah hanya menuliskan tentang problem siswa saja, tidak menjelaskan tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam.

F. Metode penelitian
1. Jenis Penelitian
            Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field reseach). Adapun jenis data yang dicari adalah data kualitatif yang bersifat menggambarkan atau deskriptif kualitatif tentang upaya yang dilakukan oleh guru PAI.
2. Lokasi Penelitian
            Dalam penelitian ini, penulis memilih SD Negeri Banjarsari yang terletak di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas sebagai lokasi penelitian dengan alasan sebagai berikut:
a.       SD Negari Banjarsari adalah salah satu sekolah yang belum pernah diteliti mengenai masalah yang penulis angkat.
b.      Lokasi mudah dijangkau oleh peneliti, hal ini akan mendukung kelancaran peneliti.
c.       Guru-guru bidang studi pendidikan agama Islam mempunyai latar belakang yang sesuai dengan bidangnya.
d.      Hasil belajar pendidikan agama Islam siswa SD Negeri Banjarsari tahun 2008/2009 menurun.
  1. Objek dan Subjek Penelitian
Sebagai objek dalam penelitian ini adalah upaya yang dilakukan guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Banjarsari.
Adapun subjek dalam penelitian ini adalah :
a.       Kepala sekolah
Kepala sekolah merupakan orang yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap semua aktifitas pembelajaran yang terjadi di sekolah baik intra kurikuler  maupun ekstrakurikuler karena mengacu pada kebijakan yang diterapkannya. Oleh karena itu, melalui beliau penulis akan memperoleh informasi mengenai gambaran umum sekolah.
b.      Guru Pendidikan Agama Islam
Guru agama Islam dalam hal ini penulis tentukan sebagai subjek utama karena beliau adalah pelaksana pembelajaran sehingga beliau merupakan pihak yang mengetahui secara detail masalah-masalah yang menghambat proses pembelajaran pendidikan agama Islam.
  1. Metode Pengumpulan Data
Maksud dari metode pengumpulan data adalah untuk memperoleh data yang lengkap serta obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
            Untuk memperoleh data keterangan dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode yaitu :
a.       Metode Observasi
Yaitu metode pengamatan dan pencatatan dengan sistematis atas fenomena yang diselidiki (Sutrisno Hadi, 2004: 151)
Dalam penelitian ini observasi digunakan untuk memperoleh data gambaran umum sekolah, suasana proses belajar mengajar serta segala informasi yang ada kaitannya dengan tujuan penelitian.
b.      Metode Wawancara (Interview)
Metode ini dilakukan dengan wawancara langsung dengan dua guru bidang studi PAI yang bernama bapak Jamaludin, S.Ag dan bapak Solechan Asy’ari, S.Pd.I serta Kepala Sekolah dan beberapa siswa SD Negeri Banjarsari untuk mendapatkan atau memperoleh tentang pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan agama Islam dalam rangka mengatasi kesulitan tersebut.
Adapun data yang diperoleh dalam metode wawancara ini adalah untuk memperoleh keterangan tentang pelaksanaan proses belajar mengajar PAI di sekolah mengenai kesulitan belajar PAI yang dialami oleh siswa SD Negeri Banjarsari serta upaya guru agama dalam rangka mengatasi kesulitan belajar di sekolah.



c.       Metode Dokumentasi
Adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan sebagainya (Suharsimi Arikunto, 2002: 206).  
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang kedaan guru, siswa, sarana dan prasarana SD Negeri Banjarsari struktur organisasi guru di sekolah, sejarah berdirinya SD Negeri Banjarsari.
  1. Metode Analisis Data
Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa pernyataan tertulis dengan menggunakan metode kualitatif dengan cara analisis induktif.
Dalam penelitian ini penulis hanya menggunakan satu metode saja yaitu induktif. Kesulitan belajar yang dialami yaitu, siswa belum bisa membaca huruf arab, belum mempunyai kepandaian menulis arab, belum bisa mengucapkan lafal atau kalimah Al-Qur’an, rendahnya prestasi siswa dalam pendidikan agama Islam terutama pada ujian sekolah tahun 2008/2009, kurangnya bahan di perpustakaan, kesulitan dalam menghafal suratan beserta artinya dalam Al-Qur’an, sulitnya dalam mengimplementasikan materi agama dalam kehidupan sehari-hari, Sehingga dengan hal-hal tersebut, penulis menarik kesimpulan bahwa siswa SD Negeri Banjarsari banyak mengalami kesulitan belajar. Oleh karenanya perlu adanya upaya untuk mengatasinya. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru agama dalam mengatasi kesulitan belajar PAI tersebut antara lain memberikan pelajaran tambahan yaitu les yang dilakukan pada jam setelah pembelajaran, mengadakan ekstra Baca Tulis Al Qur’an, menambah metode pembelajaran yang tadinya hanya ceramah monoton ditambah dengan  diskusi kecil, bermain peran dan demonstrasi atau praktek, menambah buku-buku pegangan sebagai penunjang pembelajaran, memotivasi siswa dengan cara memberikan ganjaran dan hukuman.

G. Sistematika Penelitian
            Untuk memudahkan dalam memahami skripsi ini, maka terlebih dahulu penulis kemukakan sistematika penulisan secara singkat.
            Secara garis besar skrripsi ini terdiri dari lima bab dan setiap bab terdiri dari sub bab. Bagian awal memuat : halaman judul, halaman pernyataan keaslian, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman persembahan, halaman motto, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar lampiran.
            Bab I adalah pendahuluan yang meliputi: latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, sistematika penulisan.
            Bab II adalah teori-teori tentang upaya guru agama Islam dan kesulitan belajar yang meliputi dua sub bab yaitu:
1.      Sub bab pertama tentang guru agama Islam berisi tentang pengertian guru agama Islam, syarat guru agama Islam, tugas dan tanggung jawab guru agama Islam.
2.      Sub bab kedua tentang kesulitan belajar yang terdiri dari dua pembahasan yang pertama yaitu pembahasan tentang pengertian belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, yang kedua yaitu pembahasan tentang kesulitan belajar yang meliputi : pengertian kesulitan belajar, faktor-faktor penyebab kesulitan belajar, macam-macam kesulitan belajar, upaya mengatasi kesulitan belajar.
Bab III berisi tentang gambaran umum SD Negeri Banjarsari yang terdiri dari : sejarah berdirinya, letak geografi, visi dan misi, struktur organisasi, keadaan guru, karyawan dan siswa, sarana dan prasarana, serta kegitan pembelajaran pendidikan agama Islam.
Bab IV berisi tentang penyajian data dan analisis data yang terdiri dari tiga sub bab yaitu :
1.      Sub pertama tentang penyajian data yang terdiri dari dua pembahasan yang pertama yaitu  pembahasan tentang data kesulitan belajar pendidikan agama Islam, yang kedua yaitu pembahasan tentang data upaya guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam.
2.      Sub kedua tentang analisis data
3.      Sub ketiga tentang faktor pendukung dan penghambat upaya guru agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran agama Islam.  
Bab V berisi penutup yang meliputi kesimpulan, saran, kata penutup, dan pada bagian akhir dilengkapi dengan daftar pustaka, lampiran-lampiran, dan daftar riwayat hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar